Kututup buku itu.
Nishimura Taiki, nama yang aneh dan asing yang tidak pernah kudengar. Tidak
seperti namaku, Elizabeth. Namanya memiliki kekhasan tersendiri yang membuat
banyak orang mengingatnya. Dosenku mengatakan kalau buku ini sudah ada sejak
200 tahun yang lalu dan sudah di tulis berulang kali. Buku yang asli terdapat
di museum sekarang. Buku ini merupakan bukti nyata bahwa sebenarnya memang ada
ras lain selain manusia. Akan tetapi, sekarang ini banyak yang berpikir bahwa
itu bukanlah hal yang benar-benar terjadi. Lagipula, orang yang menulis buku
ini—Nishimura—pasti sudah tidak ada dan sudah meninggal.
Aku menatap ke atas, melihat
berkas-berkas cahaya yang menembus daun-daun rindang yang melindungiku dari
sinar matahari. Cuaca yang asri, segar, membuat banyak orang datang ke taman
ini, duduk di bawah pohon sepertiku, dan membaca, atau tidur, atau bahkan
berpacaran, hal yang tidak kusuka. Aku lebih suka membaca buku, mengetahui sejarah,
mengenal orang-orang, atau yang paling kuinginkan adalah menemukan ras-ras lain
seperti yang tertulis dalam buku ini.
Entah, buku ini dongeng atau tidak.
Kalau ini merupakan dongeng, aku ingin dongeng ini menjadi kenyataan, dengan
begitu kita akan hidup di dunia penuh dengan ras yang beragam dan tidak hanya
ada manusia saja. Aku percaya, kalau ada dunia lain di luar sana, dunia yang
tidak ada manusia sama sekali. Aku memejamkan mata, berusaha untuk tertidur
agar masuk ke dalam mimpi yang penuh dengan ras tersebut.
Tiba-tiba sesuatu yang dingin
menyentuh dahiku. Aku, yang sedang berkhayal bertualang di dalam dunia yang
penuh dengan ras, langsung segera menghindar ke samping, melihat ke arah
datangnya suhu dingin tersebut.
“Kau tidak perlu kaget seperti itu,
Elly. Ini hanya jus Manda,” kata
orang tersebut.
Manda—buah yang tumbuh di dalam
tanah, akarnya mencari air yang dingin sehingga membuat batangnya menjadi
dingin. Kedinginan ini bukannya membuat tumbuhan tersebut membeku, tapi justru
memiliki air yang sangat dingin yang dapat memberikan kesegaran di tengah
teriknya matahari. Bentuk buah ini melonjong kerucut. Akarnya dapat digunakan
sebagai makanan tambahan.
Ia kemudian menyeruput jus itu. Jus Manda adalah campuran air dengan
badannya secara langsung. “Ini pesananmu Elly. Bomsandwich.”
“Terima kasih, Mary.” Mary adalah
temanku, teman baikku sejak aku kecil. Aku selalu bersama dengannya, tidak mau
meninggalkannya. Aku mengambil Bomsandwich
tersebut, ini adalah sebuah roti yang terlihat setengah lingkaran kalau dilihat
dari samping, warnanya coklat kematangan membuatnya terlihat begitu nikmat. Di
puncak roti tersebut, isi-isi roti itu mencuat seakan meledak di ujung. Dari
luar yang terlihat hanyalah sebuah roti dengan sedikit daging di puncaknya. Akan
tetapi begitu dibuka dalamnya, terdapat berbagai macam isi seperti, daging
cincang, sayur-sayuran seperti daun, dan juga mentimun. Semuanya ada di dalam
roti tersebut. Aroma yang dikeluarkan pun sangat menyegarkan, membuat semua
orang menjadi lapar.