Jumat, 30 Agustus 2013

Thare: Bab1-Kita Tidak Sendiri

Kututup buku itu. Nishimura Taiki, nama yang aneh dan asing yang tidak pernah kudengar. Tidak seperti namaku, Elizabeth. Namanya memiliki kekhasan tersendiri yang membuat banyak orang mengingatnya. Dosenku mengatakan kalau buku ini sudah ada sejak 200 tahun yang lalu dan sudah di tulis berulang kali. Buku yang asli terdapat di museum sekarang. Buku ini merupakan bukti nyata bahwa sebenarnya memang ada ras lain selain manusia. Akan tetapi, sekarang ini banyak yang berpikir bahwa itu bukanlah hal yang benar-benar terjadi. Lagipula, orang yang menulis buku ini—Nishimura—pasti sudah tidak ada dan sudah meninggal.
            Aku menatap ke atas, melihat berkas-berkas cahaya yang menembus daun-daun rindang yang melindungiku dari sinar matahari. Cuaca yang asri, segar, membuat banyak orang datang ke taman ini, duduk di bawah pohon sepertiku, dan membaca, atau tidur, atau bahkan berpacaran, hal yang tidak kusuka. Aku lebih suka membaca buku, mengetahui sejarah, mengenal orang-orang, atau yang paling kuinginkan adalah menemukan ras-ras lain seperti yang tertulis dalam buku ini.
            Entah, buku ini dongeng atau tidak. Kalau ini merupakan dongeng, aku ingin dongeng ini menjadi kenyataan, dengan begitu kita akan hidup di dunia penuh dengan ras yang beragam dan tidak hanya ada manusia saja. Aku percaya, kalau ada dunia lain di luar sana, dunia yang tidak ada manusia sama sekali. Aku memejamkan mata, berusaha untuk tertidur agar masuk ke dalam mimpi yang penuh dengan ras tersebut.
            Tiba-tiba sesuatu yang dingin menyentuh dahiku. Aku, yang sedang berkhayal bertualang di dalam dunia yang penuh dengan ras, langsung segera menghindar ke samping, melihat ke arah datangnya suhu dingin tersebut.
            “Kau tidak perlu kaget seperti itu, Elly. Ini hanya jus Manda,” kata orang tersebut.
            Manda—buah yang tumbuh di dalam tanah, akarnya mencari air yang dingin sehingga membuat batangnya menjadi dingin. Kedinginan ini bukannya membuat tumbuhan tersebut membeku, tapi justru memiliki air yang sangat dingin yang dapat memberikan kesegaran di tengah teriknya matahari. Bentuk buah ini melonjong kerucut. Akarnya dapat digunakan sebagai makanan tambahan.
            Ia kemudian menyeruput jus itu. Jus Manda adalah campuran air dengan badannya secara langsung. “Ini pesananmu Elly. Bomsandwich.”
            “Terima kasih, Mary.” Mary adalah temanku, teman baikku sejak aku kecil. Aku selalu bersama dengannya, tidak mau meninggalkannya. Aku mengambil Bomsandwich tersebut, ini adalah sebuah roti yang terlihat setengah lingkaran kalau dilihat dari samping, warnanya coklat kematangan membuatnya terlihat begitu nikmat. Di puncak roti tersebut, isi-isi roti itu mencuat seakan meledak di ujung. Dari luar yang terlihat hanyalah sebuah roti dengan sedikit daging di puncaknya. Akan tetapi begitu dibuka dalamnya, terdapat berbagai macam isi seperti, daging cincang, sayur-sayuran seperti daun, dan juga mentimun. Semuanya ada di dalam roti tersebut. Aroma yang dikeluarkan pun sangat menyegarkan, membuat semua orang menjadi lapar.

Thare: Prolog

Di planet yang jauh dari Bumi, melewati berbagai galaksi, berbagai kumpulan bintang-bintang, terdapat kehidupan yang berbeda jauh dari Bumi. Di planet tersebut, hanya ada sebuah kota yang dihuni oleh manusia. Memiliki teknologi yang sama dengan kita di Bumi pada abad ke-21 awal, kecuali pesawat, satelit, apapun teknologi terbang tidak dimiliki oleh mereka. Bukan berarti mereka tidak mencobanya, mereka sudah mencobanya, hanya saja kemanapun pesawat yang mereka miliki pergi, pasti mengalami kecelakaan, karena itu mereka tidak menggunakan pesawat lagi.. Hal lain yang membuat mereka berbeda adalah makanan, budaya, bahkan tempat tinggal yang hanya satu kota yang mencakup semua manusia yang ada di planet itu. Mereka tinggal di sebuah kota yang luas, besar, tetapi dikelilingi oleh hutan. Ya, kota tersebut dikelilingi oleh hutan yang menutupi seluruh planet itu. Walaupun memiliki teknologi yang sama seperti kita, perbedaan mereka adalah, mereka tetap menjaga banyak kehidupan alam liar. Manusia tinggal di dalam kota yang mereka sebut sebagai Garan, kota khusus manusia. Sebenarnya tidak dapat dikatakan kalau mereka hanya tinggal di perkotaan saja, kalau lebih diperhatikan, mereka juga memiliki desa, pedesaan yang menjadi dinding antara kota dan hutan tersebut.

Non-Verbal: Will It Improve Your Relationship?

Have you ever watched Lie To Me series? No, not Korean Drama, but the American Crime Drama one. Lie To Me series is about Dr. Cal Lightman and his colleagues in The Lightman Group assisting investigation for the police by looking for the microexpressions to show the truth they're hiding. Microexpression is a universal language that everyone show

Why is it important? Well, imagine that you can always know if someone is lying or not by only looking their gestures, body language. Isn't it convenient? It seems convenient, However, how would you know why someone is lying? What is the reason that make someone want to hide the truth, no matter how small the truth is? You can't know about it if you only look at their microexpression. 

Minggu, 25 Agustus 2013

Love=Romantic? Passion? Or Intimacy?

All right, from now on, I will talk in English only for some knowledge that I want to share. For my novel, it will still in Bahasa.

Everybody know what love is. Everybody love what love is. I mean, who don’t love the love?? Some of us love someone…just because we love them. That is the simplest reason. Other than that, anyone can love someone because of money they have, or want to having sex, or pretty face, or many other reason. But when someone truly love another one, they just love the other because they love the other.